“Maaf. Maafkan aku. Aku tak pernah bermaksud menyakitimu. Ya Tuhan. Apa yang telah kuperbuat? Kau menangis? Aku tak mau melihatmu menangis atau menderita. Aku ingin melihatmu bahagia. Tapi aku hanya membuatmu menderita. Cintaku. Jangan salah paham. Aku hanya cinta padamu. Hanya kau yang ada di hatiku. Jangan salah paham. Aku hanya cinta padamu. Hanya kau yang ada di hatiku. Aku hanya ingat dirimu. Sungguh betapa inginnya kutunjukkan isi hatiku padamu. Apa mungkin bisa kulakukan itu saat ingatanku masih ada? Oh jantungku berdebar. Aku hanya mencintai kamu. Aku tak ingin melupakan itu. Seharusnya tidak kulupakan. Tahukah kau itu? Kau bisa merasakan hatiku? Aku takut kehilangan ingatanku lagi. Sebelum kukatakan padamu semuanya. Aku harus bilang. Aku mencintaimu. Dan aku mohon maaf. Aku bertemu denganmu sebab aku pelupa. Aku meninggalkanmu sebab aku pelupa. Kau hal terindah yang pernah terjadi padaku. Betapa bersyukurnya aku pada Tuhan yang telah mengirimnya padaku. Aku tak harus mengingatmu. Kau adalah bagian dariku. Senyumku, tawaku dan bauku sama sepertimu. Aku mungkin melupakan, tapi aku tak bisa mengusirmu dari diriku. Kau tak pernah katakan padaku kalau kau mencintaiku. Tapi aku tahu jauh di lubuk hatiku bahwa kau mencintaiku. Maafkan aku karena meninggalkanmu. Kumohon.”
Quote from Memory2Remember -with some modification
“Memaafkan adalah memberi ruang untuk rasa benci”
Mood: Good
Listening to: Tak Pernah Setengah Hati by Tompi
Reading: -
Watching: Memory2Remember
Playing: PES
Eating: not yet
Drinking: Nutrisari
Mood: Good
Listening to: Rasa Ini by Vierra
Reading: -
Watching: My Wife is A Gangster
Playing: Death Rally
Eating: not yet
Drinking: Mineral water



Comments on: "The Living Death" (1)
Aku takut kehilangan ingatanku lagi. Sebelum kukatakan padamu semuanya. Aku harus bilang. Aku mencintaimu. Dan aku mohon maaf. Aku bertemu denganmu sebab aku pelupa. Aku meninggalkanmu sebab aku pelupa. Kau hal terindah yang pernah terjadi padaku.
nice………………….